Lagi Jalan Malah digodain Cowok : Wajar Gak?

Lagi Jalan Malah digodain Cowok Wajar Gak

Pernah ga sih kamu lagi jalan sendirian melewati kerumunan pria lalu tiba-tiba di siulin? Atau bahkan mereka panggil-panggil kamu pakai kalimat klasik “Hai cantik.. Mau kemana? Kok sendirian aja..”

Nah tau ga kalau sebenarnya kamu sudah mengalami apa yang dinamakan catcalling? Ternyata banyak perempuan ga sadar bahwa ia sudah jadi korban, bahkan tumbuh dalam lingkungan masyarakat yang menganggap wajar hal ini. “Ah wajar, namanya juga cowok…” Padahal catcalling termasuk pelecehan seksual non-fisik yang dapat membuka jalur menuju kekerasan seksual seperti pemerkosaan.

Saat mendengar kata kekerasan seksual, kita pasti berpikir tentang penyerangan secara fisik saja. Ternyata tidak! Fakta nya menurut Komnas Perempuan ada 15 kasus yang termasuk ke dalam kategori kekerasan seksual. Di antaranya adalah intimidasi / ancaman seksual secara langsung bertatap muka, maupun tidak langsung seperti lewat telepon, sms, atau media sosial. Ada pula pelecehan seksual secara fisik maupun non fisik seperti siulan, catcalling, main mata dan isyarat tubuh.

artikel-4a-Aurum Lab

Kategori selanjutnya adalah kontrol seksual atas alasan agama. Pada hukum mengenai “seorang istri harus tunduk pada suami”, masyarakat sering melupakan catatan penting tentang “untuk kebaikan bersama”. Jadi bila suami memaksa sang istri melakukan hubungan seksual padahal istri sedang sakit misalnya, jelas ini bukan kebaikan bersama dan bisa dikategorikan sebagai kekerasan seksual. Dan kategori terakhir adalah semua hal tentang pemaksaan, seperti pemaksaan perkawinan, kehamilan, aborsi, serta prostitusi.

Menurut catatan tahunan Komnas Perempuan tahun 2020, jumlah kasus kekerasan seksual di Indonesia meningkat 8x lipat dalam 12 tahun terakhir. Dan yang mengejutkan, kenaikan signifikan terdapat pada kasus cyber crime seperti yang telah kita bahas yaitu ancaman penyebaran foto / video pornografi milik korban melalui media sosial.

artikel-4b-Aurum Lab

Hal-hal mengenai seksual ini ternyata menjadi kasus yang paling sulit terungkap dan ditangani karena sering dikaitkan dengan konsep moralitas masyarakat. Perempuan dianggap simbol suci sehingga saat mengalami pelecehan, ia akan dianggap sebuah aib untuk lingkungan dan membuat nya tidak berani untuk bicara. Bahkan yang lebih miris adalah seringkali perempuan menjadi pihak yang disalahkan, misal karena pakaian yang terlalu vulgar.

Padahal seharusnya kita sadar bahwa perempuan itu berharga. Aurum Lab menggambarkan perempuan melalui filosofi aurum (senyawa kimia emas) dengan melahirkan campaign #iAmAurum. Bagaimanapun penampilan nya, seperti apapun dunia memandang nya, nilai dari sebuah emas tidak akan hilang sekalipun berada di tanah. Dengan mengangkat isu kekerasan seksual ini, Aurum Lab ingin memberikan dorongan positif bagi seluruh perempuan Indonesia, khusus nya bagi mereka yang pernah menjadi korban pelecehan seksual bahkan dari tingkatan yang paling ringan sekalipun.

artikel-4c-Aurum Lab

Saat seorang perempuan sadar bahwa dirinya berharga, ia seharusnya tidak lagi takut untuk bicara, tidak ragu untuk melaporkan kasus nya, serta berani untuk memperjuangkan hak dan keadilan bagi dirinya. Dan sebagai sesama perempuan, kita juga harus mendukung satu sama lain dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi para korban. Bukan menghakimi, menyalahkan atau mengucilkan, tapi sebaliknya harus mendukung pada korban dan tidak menganggap wajar bila hal ini terjadi di sekitar kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *