FREE shipping all around Indonesia | Ready stock | Money back guarantee | Re-sell & Return | Know more about this here.

Lizzie Parra: Count Your Blessings and Be Courageous

Hampir semua orang pasti mempunyai comfort zone atau zona nyamannya sendiri. Mulai dari rumah, lingkungan pertemanan, sampai lingkungan tempat kita bekerja yang membuat kita terbiasa dan nyaman dapat disebut sebagai comfort zone. Dalam zona tersebut, kita merasa aman karena dapat mengontrol lingkungan sekitar dan jarang merasa gelisah atau mengalami tekanan yang mengakibatkan stress.

Banyak orang yang lama kelamaan menjadi terkurung dan tidak bisa bertumbuh di dalam zona nyaman. Namun pada saat yang sama merasa takut keluar dari rasa aman dan nyaman tersebut. Keluar dari zona nyaman bukanlah hanya berpindah secara fisik, tapi bisa juga diartikan saat kita mempelajari skill yang baru.

Rasa takut, kurang percaya diri, dan rasa tidak nyaman sangat wajar dirasakan ketika kamu ingin mencoba keluar dari zona nyaman dan melangkah ke lingkungan yang baru. But it’s not an impossible thing to do! Contohnya saja seperti Lizzie Parra, seorang entrepreneur yang berhasil keluar dari zona nyamannya dan berhasil membuat usahanya sendiri yaitu BLP Beauty.

Stepping Out of Comfort Zone

Beberapa waktu yang lalu, Aurum Lab berkesempatan untuk mewawancarai Lizzie Parra dan membahas tentang dirinya yang berhasil keluar dari zona nyaman dan melangkah lebih jauh lagi. Pada awal karirnya, Lizzie merupakan seorang pekerja kantoran di salah satu brand makeup internasional. Namun setelah menggeluti bidang tersebut selama lebih dari dua tahun, dirinya merasa terpanggil untuk berkarir dan bermimpi lebih tinggi lagi. Akhirnya pada Juni 2016, Lizzie berhasil meluncurkan BLP Beauty yang merupakan makeup brand lokal karya anak bangsa.

Passion, Keresahan Akan Brand Lokal & Support System

Semua dimulai dari keresahannya akan brand lokal Indonesia, yang mana pada saat itu tidak sedikit masyarakat memandang brand lokal sebelah mata. “Aku merasa miss di local brand dimana rata-rata orang tidak bangga pakai local brand. Saat itu (aku) gak merasa ada brand lokal yang mewakili. Di luar, iklan perempuan semuanya perfect, bagus mukanya. Padahal kenyataannya pengguna makeup tidak seperti itu. Akhirnya (aku) merasakan sebuah panggilan” jelas Lizzie.

Hal tersebut sejalan dengan perjalanan dari Aurum Lab sendiri. Semua wanita dengan skin tone atau bentuk badan yang berbeda memiliki hak yang sama untuk tampil cantik dan merasa berharga. Perjalanan Lizzie dalam membangun bisnisnya juga dimulai dari passion dan hobinya. “Dari dulu suka gambar, makeup jadi another form of creating or art. BLP jadi playground aku untuk channeling that energy.” Satu hal terpenting untuk mempersiapkan diri keluar dari zona nyaman adalah passion itu sendiri. Dengan adanya passion, maka pekerjaan yang akan dilakukan nantinya akan terasa lebih mudah.

Namun, meskipun mempunyai passion yang besar terhadap makeup, pada awalnya Lizzie masih merasa tidak yakin akan langkah besarnya tersebut. “Waktu itu gak yakin 100%, tapi waktu resign aku tau mau ngapain. Itu yang paling penting. Jadi jangan sekedar bilang pengen jadi entrepreneur, tapi dalam bidang apa, udah punya channel atau network belum, orang-orang banyak yang salah disitu.” Hal kedua yang menurutnya paling penting untuk membantu kita keluar dari zona nyaman adalah adanya support system yang mendukung. “Support system sangat berpengaruh dalam mengambil keputusan. Kalau gak punya support system yang bisa mendukung akan jauh lebih berat.” jawabnya.

Saat ditanyakan apakah pernah merasa salah melangkah ke ranah entrepreneur atau menyesali keputusannya, Lizzie menjawab bahwa meskipun tantangannya lebih besar, namun saat pekerjaan tersebut memberikan dampak positif bagi orang banyak, rasanya sangat membahagiakan “Apakah menyesal? Pasti enggak. Apa yang (aku) lakukan sekarang bisa memberikan dampak positif bagi orang-orang bahkan dampak positif bagi industri lokal Indonesia” tutur Lizzie.

Mulai Saja Dulu

Menurut Lizzie, tidak ada langkah praktis untuk keluar dari zona nyaman. Namun, satu pesan yang Ia bagikan adalah untuk memulai saja dulu. Karena baginya jika kita tidak pernah memulai, kita tidak pernah tau apa potensi besar yang Tuhan berikan untuk diri kita. Count your blessings. Hitung hal positif yang didapatkan, jangan lari dari masalah, jangan mudah menyerah dan be courageous. “Kalau tidak keluar dari kepompong, kita tidak akan pernah tau. Mulai aja dulu.” tutup Lizzie pada akhir wawancara.

Video wawancara dengan Lizzie Parra dapat ditonton di IGTV Aurum Lab disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *