FREE shipping all around Indonesia | Ready stock | Money back guarantee | Re-sell & Return | Know more about this here.

Maya Septha: Penting Mana, Ego Atau Kerukunan Hubungan?

maya septha

Akhir-akhir ini, gender equality dan women empowerment sering kali digaungkan. Seorang wanita memang seharusnya mempunyai derajat dan hak yang sama. Tapi kenyataannya, di dalam suatu hubungan, hal tersebut menjadi suatu hal yang sulit untuk dilakukan. Terutama jika kedua belah pihak merupakan individu yang dominan.

Melihat permasalahan tersebut, seringkali muncul pertanyaan bagaimana seharusnya posisi seorang wanita didalam suatu hubungan. Terlebih ketika wanita tersebut merupakan wanita yang independen, mandiri, dan juga merupakan seorang individu yang dominan. Maka dari itu, Aurum Lab berkesempatan untuk berbincang langsung bersama Maya Septha untuk membahas bagaimana seorang wanita yang cenderung dominan menempatkan dirinya dalam suatu hubungan. Juga bagaimana kedua belah pihak harus saling menghormati satu sama lain agar hubungan tersebut tetap menjadi suatu hubungan yang sehat.

Menurut Maya tentu saja seorang wanita yang dominan bisa berada di dalam suatu hubungan. Namun hal tersebut menjadi kesulitan tersendiri. “Aku sebelum menikah mendidik diri semua harus bisa sendiri. Mandiri secara finansial, semuanya bisa sendiri. I don’t need a man. Ternyata setelah masuk kedalam relationship, apalagi pernikahan, harus berputar 180 derajat karena dalam pernikahan istri harus tunduk dan hormat kepada suami.” jelas Maya.

Sekarang ini banyak wanita yang sudah mempunyai karirnya sendiri sehingga tidak bergantung secara finansial dan dapat berdiri dibawah kaki sendiri. Menurut Maya, hal tersebut sangatlah bagus. Namun saat masuk ke dalam suatu hubungan, tidak sedikit pria yang merasa keberatan dan egonya belum siap. “Lebih penting mana, ego kita atau kerukunan hubungan?”. Maya juga mengatakan bahwa hal tersebut bergantung dengan karakter dari kedua individu. 

Dua individu dalam suatu hubungan memanglah harus saling menghormati. Hubungan yang sehat hanya bisa dimiliki oleh dua orang yang sehat. Namun ketika kedua individu merupakan individu dominan, kadang tensi seringkali terjadi. “Kuncinya satu. Lebih penting mana, hubungan tetap baik dan harmonis atau lebih penting menang sendiri?” tanya Maya.

Semakin dewasa seseorang maka akan semakin mudah untuk mengkomunikasikan suatu masalah. “Tanpa kedewasaan dan gak mau mendengar, nantinya komunikasi jadi ga baik. Cuma orang dewasa yang bisa intropeksi. Tanpa kedewasaan cuma mikirin diri sendiri”. 

Hubungan yang saling mendominasi tidak akan terjadi jika komunikasi dengan pasangan berjalan dengan baik dan kedua individu saling menghargai. Jika tetap mempertahankan pemikirannya masing-masing, atau salah satu mau menang sendiri, hubungan yang terjalin tidak akan menjadi sehat. Maka dari itu inti dari sebuah hubungan adalah komunikasi. 

Tidak hanya saling menghargai dan komunikasi yang harus berjalan dengan baik, sebelum masuk ke dalam suatu hubungan seharusnya kita mengenal diri kita sendiri. Karena semakin kita mengenal diri kita sendiri, kita menjadi semakin tahu apa yang kita mau dan apa yang kita cari didalam seorang pasangan juga semakin mudah untuk membuat keputusan.

Untuk membangun sebuah hubungan yang sehat, posisi wanita idealnya adalah sejajar dengan pasangannya. Sejajar dalam arti saling menghormati, memiliki suara dan posisi yang sama dalam mencapai kesepakatan. Sejajar bukan berarti memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dengan pasangan, tetapi lebih kepada memiliki kesempatan bersuara yang sama.

Marriage is hard work. A lot of hard work. Kalau cuma mementingkan diri sendiri akan susah untuk melihat kepentingan berdua. Jangan lupa dengan gambaran besar. Kerukunan rumah tangga diatas segalanya” tutup Maya.

Video wawancara dengan Maya Septha dapat ditonton di IGTV Aurum Lab disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *